Pengajaran Bahasa (Language Teaching)

Konsep 'pengajaran bahasa' diperlukan untuk mendasari pemecahan masalah menyangkut pengembangan materi ajar. Istilah 'pengajaran (termasuk pengajaran bahasa)' pada umumnya dimaknai sebagai presentasi informasi secara langsung dari guru ke siswa. Dalam hal ini Tomlinson (1998: 3) mengguanakan istilah 'pengajaran'  untuk mengacu pada "segala sesuatu yang dilakukan oleh para pengembang dan para guru dalam rangka memfasilitasi pembelajaran bahasa".

Perbedaan Pembelajaran dengan Pemerolehan Bahasa

Berbeda dengan pembelajaran bahasa (seperti yang sudah dijelaskan disini), pemerolehan bahasa memakan waktu yang lama dan memerlukan kesabaran. Pemeroleh bahasa sering membuat kesalahan dalam menggunakan bahasanya. Selain itu, apa yang telah dipelajari oleh pemeroleh bahasa mudah terlupakan sedangkan apa yang diperoleh akan terus diingat dan selanjutnya digunakan sebagai landasan komunikasi, termasuk untuk memonitor, mengoreksi, dan menginterpretasikan apa yang telah dikuasainya.

Kelebihan dan Kekurangan Teori Fungsional

Berbagai konsep mengenai fungsional bahasa tentunya mengandung kelebihan dan kekurangan, sebagaimana pepatah "Tiada gading yang tak retak". Kelebihan dan kekurangan itu perlu dikemukakan sebagai bahan pertimbangan. Berikut penjelasannya.

Sejarah Istilah 'Pembelajaran Bahasa'

Istilah pembelajaran bahasa sebenarnya telah diperkenalkan sejak tahun 1948. Istilah itu mula-mula merupakan nama sebuah jurnal yang pertama kali diterbitkan di dunia, yaitu 'Language Learning: A Journal of Applied Linguistics'. Jurnal yang kemudian diperluas cakupannya dan berganti judul menjadi 'Language Learning: A Journal of Research in Language Studies' ini diterbitkan oleh Universitas Michigan (University of Michigan) untuk menyampaikan konsep tentang 'linguistik terapan (applied linguistics)'. Sejak saat itu, teori pembelajaran telah diterima, bersamaan dengan diterimanya konsep pembelajaran bahasa terapan (applied linguistics). Konsep pembelajaran bahasa itu baru dibahas lebih detail dalam jurnal tersebut pada halaman pertama edisi tahun 1967.

Pembelajaran Bahasa (Language Learning)

Pembelajaran (learning) pada umumnya diartikan sebagai proses sadar yang melibatkan memori seseorang menyangkut berbagai informasi yang sedang dipelajari, misalnya menyebutkan kaidah-kaidah bahasa, memberi salam, dan menggunakan kosakata. Berbeda dengan makna 'pembelajaran' yang secara umum dilakukan secara sadar, pembelajaran bahasa seringkali tidak sepenuhnya disadari, yaitu mengenai bagaimana bahasa itu digunakan dan bagaimana aktivitas komunikasai terjadi. Pembelajaran bahasa dapat dimaknai secara eksplisit dan implisit. Secara eksplisit, pembelajar menyadari kapan dan apa yang sedang ia pelajari. Secara implisit, pembelajar tidak menyadari kapan dan apa yang sedang ia pelajari. Pembelajaran bahasa dapat berupa pernyataan pengetahuan (declarative knowledge), yaitu pengetahuan tentang sistem bahasa dan dapat berupa pengetahuan prosedural (procedural knowledge), yaitu pengetahuan tentang bahasa digunakan.

Konsep Feez & Joyce Menyangkut Fungsional Bahasa

Sehubungan dengan konsep Brown, Feez & Joyce (2002:5-7) berpendapat bahwa bahasa muncul dalam hidup setiap individu melalui pertukaran makna yang terus berlangsung dengan orang lain. Bahasa terjadi secara serta merta di dalam ‘konteks situasi (context of situation)’, misalnya di suatu ruang siding dan sebuah took. Masing-masing konteks situasi mempunyai ciri tataran bunyi (register) bahasa khusus. Tataran bunyi dalam konteks apa pun merupakan kombinasi kombinasi tiga variable, yaitu field, tenor, dan mode.

KETERKAITAN KETIGA LAPISAN SIMULTANEOUS PADA MODEL FUNGSIONAL BAHASA

Pada model fungsional, bahasa diungkapkan dalam tiga lapisan yang terjadi secara serentak (simultaneous) manakala digunakan. Berikut ini dikemukakan penjelasan mengenai keterkaitan ketiga lapisan tersebut.
Pertama, pemaknaan (meaning) atau semantic dalam wacana (discourse semantics). Lapisan pemaknaan berinteraksi dengan variabel-variabel register untuk mencapai ketiga fungsi utama bahasa. Hubungan ketiga lapisan bahasa dengan variabel-variabel registernya diilustrasikan dalam Tabel berikut ini.