TEORI BAHASA FUNGSIONAL (FUNCTIONAL VIEW)

Pandangan fungsional merupakan salah satu dari tiga jenis teori bahasa yang ada (Kedua teori lainnya, yaitu teori struktural dan interaksional dijelaskan secara terpisah disini). Teori fungsional adalah suatu pandangan bahwa bahasa merupakan sarana pengungkapan makna fungsional. Teori ini lebih menekankan dimensi semantic (makna tuturan) dan komunikatif (fungsi bahasa) daripada karakteristik gramatikal (elemen-elemen) bahasanya (Richards & Rodgers, 2001:20-22).
Munculnya teori fungsional dipicu oleh adanya perdebatan antara kelompok penganut paham tradisional dan TGG. Penganut paham fungsional tidak sependapat dengan pandanga kaum strukturalis bahwa semua pengetahuan linguistic termasuk fonologi dan semantic dikategorikan dalam kerangka struktural (syntactic framework) (Mey, 1994:21). Salah satu pandangan kaum strukturalis yang sulit diubah, yaitu bahwa nosi kebahasaan selalu dikaitkan dengan logika atau kognisi penuturnya. Dengan kata lain, penggunaan bahasa yang tidak menyentuh hukum-hukum logika dianggap tidak benar. Pendapat semacam itu ditentang oleh penganut paham fungsional, yang berkeyakinan bahwa pemaknaan yang dihubungkan dengan hukum logika terkadang tidak berterima. Dalam hal ini Mey (1994:24) memberi contoh sebagai berikut:
Pernyataan “Getting married and having a child”, menurut hukum logika bernilai sama (equivalent). Demikian pula halnya, pada kalimat “Having a child getting married is better than getting married and having a child”.
Secara logika, kedua kalimat di atas dapat dibenarkan, tetapi maknanya berbeda. Kalimat “Having a child and getting married” lebih menekankan pada peristiwa ‘memiliki anak dulu kemudian menikah’ – sementara kalimat “Getting married and having a child” lebih menekankan peristiwa ‘menikah dulu, kemudian memiliki anak’. Selain itu, ungkapan “is better than” dalam kalimat “Having a child and getting married is better than getting and having a child” dapat menimbulkan makna yang secara normatif berkonotasi negatif. Makna kalimat tersebut akan berkonotasi normatif jika dibalik menjadi: “Getting married and getting a child is better than having a child and getting married”.

Anda sedang membaca artikel dengan judul TEORI BAHASA FUNGSIONAL (FUNCTIONAL VIEW).
Temukan artikel ini dengan url : http://belajar-dan-pembelajaran.blogspot.com/2011/01/teori-bahasa-fungsional-functional-view.html
Silahkan untuk menyebarluaskan artikel ini atau copy paste di blog anda tapi harus mencantumkan sumbernya dengan permalink seperti ini : TEORI BAHASA FUNGSIONAL (FUNCTIONAL VIEW)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar